aku-tu hanyar bisa ba-ulah, jangan heran !

blog kampungan / wong ndeso

Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2013

Alangkah Buruknya Dosa DR. Khalid Abu Syadi


Ketaatan kepada Allah Akan Diikuti Ketaatan yang Lain Apabila seorang hamba taat kepada Allah swt., maka malaikat akan segera mendekatinya dan dengan sendirinya setan akan menjauhinya. Malaikat tidak akan mengajak seorang hamba kecuali kepada ketaatan, kebajikan, dan penyucian jiwa. Maka orang-orang berkata; "Ketaatan itu laksana wanita yang subur (banyak melahirkan). Dan ganjaran dari ketaatan adalah ketaatan juga." Oleh karena itu, jika kamu menyaksikan seseorang sedang melakukan ketaatan, ketahuilah bahwa sesungguhnya ketaatan yang ia lakukan memiliki banyak saudara. Lihatlah perhatian Khalid Al-Ashri terhadap kandungan kata-kata di atas, serta apa yang ia lakukan untuk membuat para ma­laikat mendekatinya setelah melakukan ketaatan. Ia memperlihatkan kepada para malaikat amal kebajikan yang telah ia lakukan, agar mereka segera melaporkannya ke hadapan Allah swt. Khalid al-Ashri memiliki kebiasaan berfikir mengingat Allah swt. setiap pagi hingga terbit mentari. Kemudian ia menutup pintu rumahnya setelah merasa yakin bahwa para malaikat berada di dekatnya dan setan menjauh darinya. Kemudian ia berkata kepada para malaikat yang berada di dekatnya, "Selamat datang wahai para malaikat Allah. Demi Allah hari ini aku menunjukkan kepada kalian kebajikan, diri ini. Maka sambutlah, “Bismillah, Subhanallah walhamdulillaah walaa ilaahaillah wallaahu akbar” Menjadi Penyebab Sial bagi Semua Makhluk di Sekitarnya Pelaku maksiat tidak saja mendatangkan kemudharatan bagi dirinya sendiri, namun juga bagi siapa saja yang berada di sekitarnya, baik manusia, jin, hewan, pepohonan, maupun bebatuan. Dosa yang ia perbuat akan merugikan makhluk lain, kendati secara lahir ia sama sekali tidak menyakiti dan berbuat jahat kepada makhluk lain tersebut. Suatu ketika Abu Hurairah r.a. men kritik pemahaman yang salah mengenai hal ini, yaitu tatkala ia mendengar seorang berkata, "Orang yang zalim hanya menzalimi dirinya sendiri." Lalu Abu Hu­rairah r.a. menjawab, "Kamu bohong, Demi Zat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, seekor burung Hubara (jenis burung yang berkaki panjang dan berbadan besar) mati dalam sarangnya karena perbuatan orang zalim." Anas bin Malik r.a. mengatakan, "Se­ekor biawak hampir saja mati kelaparan di dalam sarangnya akibat kezaliman ma­nusia." Oleh karena itu, akibat dosa yang terus-menerus dilakukan manusia dan pengaruh fatal akan berakibat pada makhluk lainnya. Makhluk-makhluk tersebut pun meminta pertolongan serta kekuatan dari Allah swt. untuk melawannya. Mereka memohon kepada-Nya agar pelaku dosa tersebut tidak bisa merasakan nikmat dan rahmat-Nya, serta menerima laknat-Nya. Dalam menafsirkan firman Allah swt., "... dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati." (al-baqarah: 159) Mujahid berkata, "Segala hewan melata di atas permukaan bumi kalajengking dan kumbang, terhalang dari siraman hujan akibat kesalahan manusia." Mutiara Hikmah Ibnu Syibrimah, seorang pakar fiqih asal Irak, berkata, "Saya sangat heran pada manusia yang selalu menjaga makanannya karena khawatir akan penyakit, namun tidak menjaga dirinya dari dosa karena khawatir akan siksa api neraka." Bangunlah Wahai Hamba yang Sedang Tertidur Pulas Sungguh mengherankan, ketika kamu kehilangan satu biji-bijian yang kamu miliki, kamu menangis. Sedangkan ketika ka­mu kehilangan surga, kamu tertawa ter-bahak-bahak. Jika gelimangan harta haram yang melingkupi dirimu lebih rapat dari kain penutup Ka'bah, maka kamu akan keluar dari dunia dalam keadaan telanjang tanpa busana, laksana Hajar Aswad yang tidak tertutup apa-apa. Dunia hanyalah mimpi belaka, dan kematian adalah kebangkitan yang sesungguhnya. Sedangkan hari pembalasan adalah tafsiran mimpi tersebut. Dunia bagai lautan luas, sedangkan pesisir pantainya adalah pekuburan. Dan se-karang perahu yang kamu tumpangi telah mendekati pesisir itu. Kamu didik anjing peliharaanmu untuk mengekang keinginannya untuk memakan binatang buruan yang ia tangkap sebagai rasa syukur kepadamu dan karena takut kepadamu. Berapa banyak yang telah Allah dan Rasulullah saw. ajarkan ke­padamu, sedang kamu tetap seperti ada-nya dirimu, tanpa berubah sedikit pun. Penyadaran dari Rasulullah saw. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menyadarkan dan mengingatkan akal dari kenikmatan mabuk dan kelalaian, selain mengingat api neraka. Oleh karena itu, tatkala Rasulullah saw. menghadapi orang yang akalnya rusak dan tidak sadar, maka beliau sengaja menyebut dan mengingatkannya dengan kata an-naar atau api neraka. Ketika Rasulullah saw. memperingatkan mereka yang enggan shalat berjamaah, beliau bersabda; "Sungguh aku berniat untuk memerintahkan orang-orang mengumpulkan kayu bakar. Kemudian aku memerintahkan mereka untuk menunaikan shalat, sehingga dilantunkanlah azan dan aku . perintahkan salah satu dari mereka, menjadi imam. Kemudian aku mendatangi orang-orang yang tidak shalat \ jamaah dan aku bakar rumah mereka. " (Hadits Sahih) Ketika memperingatkan laki-laki yang mengenakan emas beliau bersabda; "Salah seorang dari kalian dengan sengaja telah meletakkan bara api di tangannya." (Hadits Sahih) Juga ketika memperingatkan orang-orang yang memakan harta orang lain de­ngan batil dan diadukan perkaranya kepada beliau, beliau bersabda, "Sesungguhnya aku adalah manusia biasa, sedangkan kalian mengadukan perselisihan kalian kepadaku. Bisa saja salah satu dari kalian lebih pandai mengutarakan argumen dari yang lain, sehingga aku memutuskan perkaranya sebagaimana yang aku dengar. Maka barangsiapa yang telah aku beri keputusan dengan mengambil hak muslim lainnya, sesungguhnya hak tersebut adalah sepotong bara api neraka. Oleh karena itu, ambil atau tinggalkanlah bara Itu." (Hadits Sahih) Nasihat ini tak lain adalah karena Rasulullah saw. sangat mengasihi dan menyayangi umatnya, hingga beliau cukup memukul muka kita dengan kata an-naar (api neraka), sebagai ganti jilatan api neraka yang sesungguhnya kelak.Orang yang benar-benar berakal, jika mendapat peringatan akan segera sadar, lalu menjawab peringatan tersebut dengan bertobat dan memperbarui keimanannya. Wahai orang yang menjual kenikmatan surga dengan sesuatu yang sama sekali tidak berharga, kalau kamu memang tidak memiliki pengalaman tentang nilai suatu dagangan, maka tanyakanlah kepada orang-orang saleh. Merekalah pakar yang berpengalaman, yang mengetahui nilai suatu dagangan. Alangkah anehnya, Allah swt. memberikan barang dagangan kepadamu berupa jiwa dan harta, kemudian Dia membelinya darimu, Dia juga menjanjikan surga yang abadi sebagai gantinya. Dan utusan-Nya yang melaksanakan kesepakatan jual beli tersebut adalah Rasulullah saw.. Demi Allah, bagaimana kamu bisa menjualnya kepada selain Allah de­ngan harga yang sangat murah? Bagai­mana kamu mengganti daganganmu tersebut dengan sesuatu yang teramat kecil di dunia dan tidak berharga? Padahal semua itu di sisi Allah hanya sebesar sayap nyamuk. Matinya Hati Muhammad bin Wasi' yang bergelar Zainul-Qur'an berkata tentang matinya hati, "Dosa demi dosa membuat hati seseorang mati." Oleh karena itu, ketika seseorang ber­kata kepada Said ibnul Musayyab bahwa Abdul Malik bin Marwan berkata, "Saat ini, aku tak lagi merasakan kebahagiaan karena kebajikan yang aku lakukan. Aku juga tidak lagi merasakan kegelisahan karena dosa yang aku perbuat." Maka Said ibnul Musayyab berkata, "Saat itu hatinya telah mati." Contoh di atas bukanlah satu-satunya pertanda matinya hati, melainkan masih banyak indikasi lainnya, seperti yang tertera berikut ini. 1. Merasa senang dengan perbuatan dosa dan berusaha menampakkannya. 2. Keinginan yang membara untuk berkumpul dengan orang-orang yang selalu berbuat maksiat. 3. Merasa tertekan ketika melihat orang-orang yang taat. 4. Senantiasa berbuat dosa dan tidak segera bertobat. 5. Tidak lagi merasa sedih dengan hilangnya perbuatan taat. 6. Tidak lagi menolak kemungkaran, baik itu dengan tangan, lisan, maupun hatinya. Wahai Saudaraku, aku senantiasa mengingatkanmu dan aku katakan; Ingatkan selalu hatimu dari tidur pulasnya Karena orang yang mendapat taufik adalah yang senantiasa waspada Jika aku tidak sadar akan nasihat yang diberikan kepadaku Maka jadikanlah dirimu sadar akan nasihat itu Mutiara Hikmah Ibnul Jauzi mengingatkan, "Jangan kamu remehkan dosa walaupun ringan. Ka­rena rumput yang lemah jika dianyam bisa menjadi tali yang kuat, hingga mampu mencekik onta yang gemuk." Meremehkan Hak Allah swt atas Hamba Dosa membuat seorang hamba berani melanggar batasan-batasan yang telah digariskan oleh Allah swt.. Oleh karena itu, hatinya selalu condong kepada kemaksiatan, selalu melanggar apa yang telah diharamkan Allah swt., dan terhapus dari ingatannya semua sinonim kata tobat. Oleh karena itu, ketika Anas bin Malik r.a. menyaksikan generasi tabi'in, ia berkata, "Kalian telah melakukan perbuatan-perbuatan yang di mata kalian amat sepele dibanding halusnya rambut, sedangkan di zaman Rasulullah saw. kami menganggap perbuatan-perbuatan tersebut termasuk dosa besar." Anas bin Malik r.a. mengatakan hal ter­sebut karena keimanan para sahabat jauh dari kotoran yang menutup pandangan mereka. Sehingga mereka mengetahui kemampuan dan keagungan Allah swt.. Oleh karena itu, salah satu dari mereka mengingatkanmu, "Janganlah kamu melihat kecilnya maksiat, namun lihatlah keagungan Zat yang kepada-Nya kamu berbuat maksiat." Tumpukan dosa demi dosa merupakan rekayasa setan dengan tujuan untuk men-cabut rasa takut kepada Allah swt. dari hati hamba-Nya, sehingga ia tenggelam dalam kubangan dosa, dan pada akhirnya membuat hatinya man' serta tidak mampu me-rasakan apa-apa lagi. Termasuk Munafik atau Mukminkah Kamu? Abdullah bin Mas'ud berkata, "Seorang mukmin sejati, melihat dosanya bagaikan gunung yang akan menimpa dirinya. Se­dangkan orang jahat melihat dosanya ba­gaikan lalat yang hinggap di hidungnya, seraya berkata, 'Seperti ini saja.' Maka terbanglah lalat tersebut.'" Ialah Ibnu Mas'ud, yang Rasulullah saw. Perintahkan kita untuk mengikuti nasihat-nasihatnya. Rasulullah saw. bersabda, "Apa yang diucapkan oleh Ibnu Mas'ud dariku, maka percayai-lah (terimaIah)." (Hadits Sahih) Kita semua melaksanakan perintah Rasulullah saw., untuk menerima apa yang dituturkan oleh Ibnu Mas'ud. Oleh karena itu, sekarang saya bertanya kepadamu; "Bagaimana kamu memandang dosa-dosamu? Apakah kamu memandangnya bagaikan gunung yang akan menimpa di-rimu atau bagai lalat yang hinggap di ujung hidungmu?" Tanyakan pada dirimu sendiri, sebab pertanyaan ini kami tujukan kepadamu dan kami hanya mengingatkan saja. Wahai saudaraku, kamu sendiri yang menentukan selamat tidaknya dirimu. Semakin besar tumpukan dosa dalam hati-mu, semakin hinalah kamu di hadapan Allah swt.. Namun semakin kamu merasa hina di hadapan Allah swt, maka semakin mulia kamu di sisi-Nya. Maka agungkan-lah Allah dalam Qalbumu, niscaya kamu akan merasakan beratnya dosa. Dan ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar seorang mukmin sejati. Namun jika kamu meremehkan dosa-dosa tersebut, maka tulislah namamu dalam daftar orang-orang munafik. Tidak Mendapat Kenikmatan | Dunia Lebih Baik daripada | Tidak Mendapat Kenikmatan Akhirat Mungkin kamu belum pernah mende-ngar hadits Rasulullah saw. yang berbunyi; “ Jika kalian menyukai perhiasan dan sutra surga, maka janganlah kalian memakainya di dunia." (Hadits Sahih) Saudara-saudaraku, barangsiapa mengenakan sutra di dunia, maka kelak di akhirat ia tidak boleh memakainya. Barangsiapa meminum khamar di dunia, maka kelak ia tidak boleh meminum khamar surga. Barangsiapa di dunia melepaskan pandangannya kepada wanita yang bukan mahramnya, maka kelak ia tidak boleh memandang bidadari di surga. Dan barangsiapa di dunia senang mendengarkan musik, maka kelak ia tidak diperbolehkan menikmati musik akhirat. Ibnu Abbas berkata, "Allah mengirimkan angin yang menggoyang ranting pepohonan. Menciptakan suara-suara merdu bagi telinga manusia bak irama nyanyian dan lantunan lagu. Wahai telinga, jangan­lah kamu gantikan suara-suara itu dengan petikan tali gitar dan ingar–bingar pesta Mutiara Hikmah Salamah bin Dinar berkala, "Jika kamu menginginkan sesuatu menjadi milikmu kelak di akhirat, maka tinggalkanlah ia hari ini." Ibadah yang Sia-Sia Nabi Muhammad saw. bersabda, "Berapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun kecuali lapar dan dahaga, dan berapa banyak orang yang shalat malam namun tidak mendapat apa-apa kecuali begadang saja." (Hadits Sahih) Renungkan apa yang diperoleh orang yang berpuasa namun sia-sia karena dosa yang ia perbuat seperti menggunjing, berbohong, melihat yang diharamkan, dan menyogok. Merugilah ia di akhirat. Ia telah menjual agamanya dan membuat tubuh-nya lelah, tanpa ada hasil dan keuntungan. Yahya bin Katsir berkata tentang orang yang berpuasa namun tetap menggunjing, bahwasanya orang tersebut, "Menahan dirinya (berpuasa) dari sesuatu yang halal dan baik, namun ia berbuka dengan sesua­tu yang haram lagi menjijikkan yaitu daging saudaranya. Maksudnya ia menggun­jing saudaranya tersebut." Juga renungkan dengan saksama orang yang menunaikan shalat dengan niat agar dilihat orang lain. Sia-sia amalnya dan lenyap pahalanya hanya karena kesalahan hatinya. Mewarisi Sifat Buruk Orang yang Telah Dibinasakan Setiap jenis perbuatan maksiat adalah warisan umat-umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah swt. Orang yang angkuh dan selalu membuat kerusakan di muka bumi telah mewarisi sifat Fir'aun. Orang yang sombong dan bertindak sewenang-wenang mewarisi sifat kaum Nabi Huud a.s.. Orang yang dengan sengaja mengurangi takaran dan timbangan, maka ia serupa dengan kaum Nabi Syu'aib a.s.. Dan barangsiapa menempuh jalan orang-orang yang dibinasakan Allah swt., maka ia juga akan binasa. Demikian pula dengan orang yang mengikuti jejak orang-orang yang sesat, niscaya ia pun akan tersesat. Uraian di atas sangat relevan dengan apa yang dijelaskan dalam salah satu hadits Rasulullah saw., sang pembawa kabar gembira dan peringatan; "Sebagaimana semak berduri, selama-nya tak akan menghasilkan anggur. Begitu pula orang-orang jahat tidak akan menduduki posisi orang-orang yang saleh. Maka, tempuhlah jalan mana saja yang kalian inginkan. (Namun ketahuilah) dengan melalui jalan yang kalian tempuh, kalian pasti akan sampai kepada orang-orang yang telah menempuhnya." Di Hadapanmu Ada Dua Jalan Di hadapanmu ada dua jalan, yaitu jalan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a., atau jalan yang ditempuh oleh Abu Jahal dan Fir 'aun. Jadi, apakah jalan yang akan kamu tem­puh adalah jalan pengobatan hati dengan mengatasi hawa nafsu, mengikatnya de­ngan untaian tali-temali syara', dan meluluhkannya dengan rasa takut kepada Allah swt.. Kalau bukan jalan ini yang akan kamu tempuh, maka pengobatan yang cocok untuk hatimu adalah dalam kawah neraka Jahannam, yaitu dengan mengikat­nya dalam rantai-rantai panas dan meluluhkannya dengan siksa api neraka. Wahai Saudaraku, ketahuilah bahwa cahaya ketaatan bersinar terang di wajah orang yang taat, sedangkan kegelapan maksiat terlihat jelas di wajah pelakunya. Pada saat ajal tiba, golongan pertama yaitu ; orang yang taat akan mendapatkan kabar gembira, sedangkan golongan kedua yaitu pelaku maksiat, akan terempas dalam kerugian. Ketika masuk ke liang kubur, orang yang taat akan menempati ranjang surgawi, sedang mereka yang senantiasa dalam kemaksiatan akan bergulingan di atas bara api neraka. Ketika digiring ke Padang Mahsyar, golongan pertama akan menaiki kendaraan, sedangkan golongan kedua akan diseret. Dan ketika dikumpulkan di Padang Mahsyar, orang yang taat akan berada di bawah naungan Arsy Allah swt., dan sebaliknya, pelaku maksiat akan tenggelam dalam lautan keringat dan tidak dipedulikan. Ketika itu, para pelaku maksiat akan ditanya, "Apakah tidak datang peringatan kepada kalian?" Sedang­kan mereka yang taat akan disambut dengan ucapan, "Salam sejahtera bagi ka­lian karena kesabaran kalian, maka melangkahlah kalian di jalan orang-orang yang berbahagia, dan mintalah kepada mereka agar menemanimu, sehingga kamu mendapatkan kesaksian dari mereka. Di saat orang-orang taat berpuasa, para pelaku maksiat makan minum sepuas-puasnya. Dan di saat orang-orang taat menunaikan shalat malam, para pelaku maksiat terlelap dalam mimpi. Mata orang-orang taat senantiasa basah oleh air mata ketika menunaikan ketaatan, sedangkan para pelaku maksiat tertawa terbahak-bahak dalam kemaksiatan. Maka akankah kelak di akhirat kedudukan me­reka sama di sisi Allah swt.? Kegembiraan Setan Suatu ketika seseorang bertanya kepada Syekhul Islam Ibnu Taimiyah, "Apakah setan juga tidur?" la menjawab, "Kalau saja setan sempat tidur, pasti kita akan tenang." Setan tidak pernah tidur, ia senantiasa berusaha dengan gigih dan bekerja keras untuk menjauhkanmu dari surga dan mengajakmu masuk bersamanya ke dalam neraka. Maka bagaimana kamu bisa bersahabat dengannya, sedangkan ia berusaha menghancurkan dan membinasakanmu? Bagaimana kamu sudi membelanya, sedang Allah swt. telah mengusirnya dari taman surga karena enggan bersujud kepada Nabi Adam, ayahmu. Jika kamu jadikan setan sebagai sahabatmu, maka kamu telah memusuhi Allah swt. Saudaraku, segala dosa dan maksiat yang kamu perbuat membuat setan sangat senang dan bahagia karena dengan perbuatanmu itu, kamu telah menyamai setan dalam kemaksiatan. Padahal maksiat merupakan jalan menuju kekafiran, dan kekafiran adalah jalan menuju api neraka, dan setan tidak ingin berada di dalam neraka sendirian. Inilah rahasia mengapa tatkala manusia membaca ayat sajdah kemudian ia bersujud, maka setan menyingkir dan menangis seraya berkata," Alangkah celakanya aku, ia (manusia) diperintahkan untuk bersujud maka ia bersujud, sehingga balasannya adalah surga. Sedangkan ketika aku di-perintahkan bersujud aku enggan melaku-kannya, maka balasan bagiku adalah ne­raka." Oleh karena itu, tundukkanlah kesombongan setan dengan sering bersujud dan memanjangkan ruku, serta meninggalkan maksiat, sehingga setan akan terus me­nangis di dunia, sebelum tangisannya meledak kelak di pintu neraka Jahannam. Mutiara Hikmah Mathraf bin Abdullah berkata, "Seandainya seorang pemburu melihat bina-tang buruan, namun binatang buruan ter-sebut tidak melihatnya, bukankah ia ham-pir menangkapnya?" Orang-orang yang ada di sekitarnya menjawab, "Tentu." Kemudian Mathraf bin Abdullah melanjutkan, "Ingatlah, sesungguhnya setan me­lihat kita sedangkan kita tidak melihatnya, oleh karena itu kita menjadi sasaran empuknya." Su'ul Khaatimah Dosa pada akhirnya akan menggiring pelakunya menuju akhir kehidupan yang buruk (su'ul khaatimah). Hal ini karena manusia akan mati sesuai dengan kehidupan yang ia jalani. Maka bagi yang menginginkan mati dalam keadaan sujud, hendaklah ia memperbanyak ibadah shalat, bagi yang ingin mati dalam keadaan berpuasa hendaklah ia memperbanyak puasa dan bagi yang ingin akhir hayatnya dalam keadaan berzikir hendaklah ia memperbanyak zikir. Begitu pula dengan orang yang banyak melakukan maksiat. Ketika kamu mendapati seseorang yang akhir hayatnya su'ul-khaatimah, ketahuilah bahwa sepanjang hidupnya, orang tersebut hanya menghabiskan umurnya dalam kesia-siaan, sehingga ia tidak mendapatkan taufikketika ajal menjemput. Berikut ini dua buah contoh su'ul kha-atimah yang ditetapkan oleh Allah bagi me-reka sebagai buah dari dosa-dosa mereka. A. Muhammad bin Mughits al-Maghribi (wafat 403 H) Ia adalah pecandu berat khamar, ia amat tergila-gila dengannya dan telah mencicipi berbagai jenis, namun ia tidak pernah sadar dari kebiasaannya buruknya ter­sebut. Saat menderita sakit yang mengantarkannya kepada kematian, beberapa temannya yang ingin mengetahui kekuatannya bertanya, "Jika kamu ingin berdiri saat ini, mampukah kamu melakukan-nya?" Ia menjawab, "Jika aku mau, maka aku sudah pergi ke kedai milik Abu Zakaria sang penjual khamar dengan berjalan kaki." Lalu mereka bertanya terheran-heran, "Mengapa kamu tidak mengatakan bahwa kamu akan pergi ke masjid?" Maka Muhammad bin Mughits al-Maghribi menjawab, "Setiap orang yang mempunyai kebiasaan dalam hidupnya, maka kebiasaan itu tidak akan hilang be­gitu saja." Orang yang mati dalam suatu keadaan, maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan tersebut. B. Mustafa Kamal at-Taturk (wafat 1358 H) Mustafa Kamal, nama indah yang tidak tepat untuk pribadinya. la memerangi Islam, meruntuhkan kekhalifahan, mengubah azan dengan bahasa Turki, menetapkan hari libur mingguan pada hari Ahad sebagai ganti dari hari Jumat, juga mengganti fungsi Masjid Aya Shafiya menjadi museum. Suatu hari ia merasa kesal ketika mendengar azan fajar berkumandang, lalu ia memerintahkan agar sang muazin dibunuh dan menara tempat azan tersebut di-hancurkan. Satu hal yang lebih lucu dan sangat menyedihkan, ia berwasiat untuk tidak di shalatkan sewaktu meninggal dunia. Maka terjadilah perdebatan ketika ia wafat. Apakah mayatnya dishalatkan, dan berarti melanggar wasiatnya atau tidak, sebagaimana si wasiatnya? Setelah perdebatan panjang, akhirnya orang-orang sepakat untuk menshalatkannya, namun tahukah Anda siapa yang berdiri menjadi imam? Ia adalah Syarafiuldin Afandi, pimpinan badan wakaf saat itu. la jugalah yang mencoba membujuk Presiden Turki berikutnya, Ishmat Inunu, untuk melakukan kekufuran yang at-Taturk sendiri tak mampu melaksanakannya, yaitu menjadikan bahasa Turki sebagai bahasa Al-Qur'an dan bahasa dalam ibadah, serta memaksakannya di seluruh masjid melalui kekuatan undang-undang. Syarafuddin inilah imam shalat at-Taturk pada saat itu, pantaskah ia melakukan hal tersebut? Sesungguhnya Allah swt. tidak menzalimi siapa pun. Apa yang Kamu Lakukan Setelah Uraian Tadi? 1. Ukurlah kadar keimananmu dengar menimbang sejauh mana pengaruhi dosa yang kamu perbuat terhadap dirimu. Atas dasar ini, maka tentukan kadar kebutuhan dirimu terhadap perbaikan dan pembenahan. 2. Langkah awal untuk kembali kepada Allah swt. adalah dengan mengingat kembali dosa yang telah kamu perbuat, merasakan kembali kegelisahan ketika melakukannya, merasakan penyesalan karena telah terjerumus di dalamnya, serta memikirkan pengaruh dan akibat perbuatan tersebut. 3. Barangsiapa saat ini menahan dirinya dari segala kenikmatan sesaat, maka kelak ia akan merasakan kenikmatan abadi. 4. Jika hatimu telah khusyu dan akalmu telah jernih, maka manfaatkanlah kesempatan emas ini. Bawalah jiwamu dengan penuh ketulusan untuk kembali kepangkuan Allah swt.. Bertobatlah de­ngan sebenar-benarnya, diiringi semangat membara dan terus melakukan kebajikan. Singkat kata, "Apabila desiran angin imanmu telah berembus, maka se- geralah memanfaatkannya." 5. Barangsiapa melakukan perbuatan orang-orang kafir, maka kelak di hari kiamat ia akan digiring bersama orang-orang kafir. Barangsiapa melakukan perbuatan orang-orang zalim, maka ke-lak di hari kiamat ia akan digiring bersama orang-orang zalim. Barangsiapa melakukan perbuatan orang-orang fasik, maka kelak di hari kiamat ia akan digiring bersama orang-orang fasik. 6. Jika kamu lupa pesan-pesan ini, maka ingatlah ketika kamu berada di daerah perkuburan. Jika kamu juga masih melupakannya, maka ingatlah ketika ka­mu bersama orang-orang saleh. Jika ka­mu masih juga tidak mengingatnya, ma­ka ingatlah tatkala kamu duduk di majelis taklim. Seandainya semua ini tak, lagi mampu mengingatkanmu, maka periksalah detak jantungmu, apakah kamu masih hidup atau sudah mati? 7. Barangsiapa membenci sesuatu pasti ia akan menyingkir darinya. Begitu pun sebaliknya, barangsiapa menyukai sesuatu, pasti akan ingin selalu melakukannya. Maka bacalah buku kecil ini dengan saksama dan ulangilah terus-menerus, hingga kamu benar-benar mam­pu menjauhi perbuatan-perbuatan dosa dan akhirnya mampu meraih ampunan dari segala dosa, serta dilindungi dari segala cela. Maka hendaklah kamu terus bertobat dan jangan pernah bosan melakukannya. Sumber: Buku Alangkah Buruknya Dosa Karya DR. Khalid Abu Syadi

Rabu, 18 September 2013

Maulidirrasul Dipermasalahkan


Maulidir Rasul Dipermasalahkan Mana Dalil Maulid ? ini tulisan lawas yang terpaksa saya posting lagi karena banyak wahabi yang permasalahkan masalah maulid… Untuk para teman salafi yang masih saja bingung tentang maulid…. silakan baca dulu dan jika masih ada yang tidak berkenan silahkan tanya…! Seperti anda tau perayaan maulid itu sebuah kegiatan yang isinya tholabul ilmi, shodaqoh, dzikir dan tauziyah, nah anda pasti sangat faham dalil-dalil tentang tholabul ilmi, shodaqoh, dzikir dan tauziyah, sudah banyak bertebaran diseantero dunia maya, baik di FB dll, silakan cari sendiri ! Nah yang menjadi masalah disini adalah bagaimanakah Dalil dari “PERAYAAN MAULID” benar tidak? sampai – sampai anda menanyakan “MANA DALILNYA?” Saya mungkin akan jelaskan sedikit, saya mulai dari suatu kaidah dalam ushul fiqh yang sering didengung- dengungkan oleh para Salafi, “Asal semua ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang menghalalkannya atau menyuruhnya”.. Nah dari kaidah ini sesuatu yang diangap ibadah selalu muncul pertanyaan “mana dalilnya?” karena sifat dari ibadah yang tauqif Permasalahnya adalah utk ibadah apakah kaidah diatas ? Saya akan coba mengambil dari kitab, bahwa yang dinamakan ibadah sifatnya tauqif adalah sudah ditetapkan dan tidak boleh ditambah-tambah atau dikurangi atau mendahulukan atau melebihkan atau apapun itu….dan ini beda dengan muamalah yg asalnya boleh sampai ada dalil yg melarangnya… Nah sekarang kita lihat apakah sebenarnya ibadah tauqif itu…. tauqifi dalam sifat ibadah ibadah itu tauqifi dalam semua hal. dalam sifatnya,,, maka tidak boleh untuk menambah dan mengurangi. seperti sujud sebelum ruku’, atau duduk sebelum sujud, atau duduk tasyahud tidak pada tempatnya…oleh karena itu, yang namanya ibadah itu tauqifi dinuqil dari syari’ ( Allah ) tauqifi dalam waktu pelaksanaan ibadah , waktu pelaksanaan ibadah juga tauqifi. maka tidak boleh seseorang itu membuat buat ibadah di waktu tertentu yang syari’ tidak memerintahkannya. tauqifi dalam macamnya ibadah, begitu juga ibadah juga harus disyaratkan sesuai dgn syari’at..artinya termasuk dari jenis ibadah yang disyariatkan. maka tidak sah bagi orang yang menyembah sesuatu yang tidak disyariatkan, seperti menyembah matahari. atau memendam jasadnya sebagian sembari berkata : saya ingin melatih badanku misalkan. ini semua bid’ah. begitu juga tauqifi dalam tempat ibadah. maka ini juga harus masyru’. maka tidak boleh beribadah tidak pada tempat yang sudah disyari’atkan. seperti jika seseorang wukuf di muzdalifah, maka ini bukan haji. atau wuquf dimina, atau bermalam ( muzdalifah ) di ‘arafah, dan sebaliknya, maka ini semua bukanlah sesuatu yang masyru’. kita wajib melaksanakan ibadah sesuai tempat yang sudah disyari’atkan oleh syari’ Nah dari penjelasan kitab diatas dapat ditangkap 4 point, dan bila diperhatikan maka disitu didapat kesimpulan bahwa ibadah yang sifatnya tauqif itu adalah ibadah mahdoh… faham?? Jadi yg dimaksd ibadah dalam kaidah “Asal semua ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang menghalalkannya atau menyuruhnya”.. adalah ibadah yang sifatnya mahdoh saja, bukan semua ibadah Nah untuk bisa membedakannya ibadah harus dilihat wasail (perantara) dan maqoshidnya (tujuan) Untuk ibadah yang sifatnya mahdoh Cuma ada maqoshid, sedangkan untuk goer mahdoh ada maqoshid ada wasail Ok… langsung contoh saja….biar gampang, perhatikan baik-baik…. Sholat, sudah jelas karena ibadah yang dzatnya adalah ibadah, maka yang ada Cuma maqoshid (tujuan) tidak ada wasail Anda menulis di FB, Kegiatan menulis sendiri itu bukan ibadah maka hukumnya mubah. Tapi karena anda mengharapkan ridho Allah dalam rangka dakwah dengan jalan menulis di FB maka dalam Islam ini berpahala dan termasuk ibadah (wasailnya anda menulis di FB, maqoshidnya mengharapkan ridho Allah dalam rangka berdakwah) Tapi jika anda menganggap kegiatan menulis ini sebuah ibadah yang dzatnya adalah ibadah seperti ibadah mahdoh sudah pasti ini namanya bid’ah dholalah Saya kasih contoh lagi, kegiatan pengajian dan tabligh, awalnya bentuk kedua kegiatan ini bukan ibadah dan tidak ada contoh dari rasul jadi hukumnya mubah, tapi karena isi dari kegiatan ini adalah ibadah macam (tholabul ilmi dan tauziyah atau bahkan dakwah) maka kegiatan pengajian dan tabligh insyaallah berpahala dan bernilai ibadah (wasailnya kegiatan pengajian dan tabligh, maqoshidnya mengharapkan ridho Allah dalam rangka tholabul ilmi dan berdakwah) Sekali lagi jika anda menganggap kegiatan pengajian dan tabligh ini sebuah ibadah yg dzatnya adalah ibadah seperti ibadah mahdoh sudah pasti ini namanya bid’ah dholalah Begitu juga dengan maulid, maulid adalah wasail (perantara atau ada yang bilang sarana), maqoshidnya adalah mengenal Rasul dan mengagungkannya… Bagaimanakah hukum awal dari Maulid? Jawabnnya adalah mubah boleh dilakukan boleh tidak Tapi kenapa menjadi sunah?? Menjadi sunah dikarenakan hukum maqoshidnya adalah sunah (mengenal dan mengagungkan Rasul adalah Sunah) karena yang namanya hukum wasail itu mengikuti hukum maqoshid (Lil Wasail hukmul Maoshid) – ini adalah kaidah ushul fiqh Contoh gampangnya untuk (Lil Wasail hukmul Maoshid), anda membeli air hukumnya mubah, mau beli atau gak, tidak ada masalah. Tapi suatu saat tiba waktu sholat wajib sedangkan air sama sekali tidak ada kecuali harus membelinya dan anda punya kemampuan uutuk itu maka hukum membeli air adalah wajib. Kembali lagi ke maulid. Apakah maulid bisa menjadi sesuatu yang bid’ah (dholalah)? ya bisa jika anda menganggap maulid adalah sebuah ibadah yang dzatnya adalah ibadah seperti sholat wajib Nah perlu saya garis bawahi pertanyaan – pertanyaan seperti, apakah dasar merayakan maulid? INI ADALAH PERTANYAAN YANG SALAH. tidak ada ceritanya namanya wasail ada dalil qothinya, contoh lagi biar lebih gampang mencerna : anda berangkat ke bersekolah, ini adalah wasail, maqoshidnya tholabul ilmi, tapi karena tholabul ilmi itu hukumnya wajib maka berangkat kesekolahpun menjadi wajib dan bernilai ibadah. Dalil yang ada adalah dalil tentang tholabul ilmi. Bagaimanakah dalil yang menyuruh kita berangkat kesekolah? JELAS TIDAK ADA!! karena ini adalah wasail atau sarana Begitu pula dgn maulid, kalau anda tanya dalil maqoshidnya yaitu tetang mengenal dan mengagungkan Rasul ya pasti ada. Tapi jika anda tanya dalil wasailnya, yaitu perayaan Maulid? JELAS TIDAK ADA!! karena ini adalah wasail atau sarana sedikit tambahan, ini juga dasar kenapa bermadzab itu wajib hukumnya bagi kita, karena madzab adalah wasail, dan ini satu – satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengerti agama ini, kita tidak mungkin bertanya langsung ke Rasulullah. Dari mana ahli2 dari muhammadiyah yg petantang petenteng paki jas dan dasi mendapatkan ilmu apakah langsung dari Rasullullah,….!!!! bukan karena pe-mazhab dari luar negeri saudi kemudian mereka pendapat mereka tidak digubris ! tapi akuilah karena mereka lebih dulu membuat buku/kitab2 tentang permasalahan dan selusinya lebih dulu sehingga umat kebanyakan lebih mudah memahami dan mengetahui serta mengamalkan ajaran agama islam dengan baik, tdk harus harus dituduh bid'ah dll. sedangkan maqoshidnya agar kita bisa mengerti tentang agama islam sehingga kita bisa mengamalkannya dengan benar (hukumnya ini wajib). maka bermadzab menjadi wajib. kalau anda tanya mana dalil naqlinya secara leterlaq yang menyuruh kita bermadzab? yaa tidak ada, lha wong bermadzab itu cuma wasail. saya harap setelah ini wahabi salafi bisa belajar dan lebih mengerti sehingga tidak serampangan dalam bertanya.. Jangan bertanya “MANA DALILNYA?” , tanpa tau sesuatu hal itu perlu dalil atau tidak ….! per poin-poin 1. Maulid Nabi berarti hari kelahiran Nabi Muhammad saw. | menurut mayoritas ulama yaitu 12 Rabiul Awwal 2. dalam sirah Nabi kita tidak menemukan riwayat perayaan secara khusus oleh Nabi di hari lahirnya | ataupun melakukan ritual tertentu 3. pun di zaman sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in serta ulama salaf | tidak ada yang mengkhususkan hari lahir Nabi saw 4. peringatan khusus atas Maulid ini baru ada di generasi setelahnya | ada sumber bahwa Salahuddin Al-Ayyubi yang pertama mengawalinya 5. dalam usahanya membebaskan Al-Quds (Yerusalem) dari penjajah tentara salib | Salahuddin memperingati Maulid Nabi Muhammad saw 6. tujuan peringatan Maulid ini mempertinggi semangat jihad kaum Muslim | dengan membacakan kisah hidup Nabi Muhammad saw 7. pada 1184 M Salahuddin megumpulkan ulama untuk mengisahkan kisah Rasulullah dalam sebuah syair | untuk menyemangati Muslim 8. adalah Syaikh Ja'far Al-Barzanji yang akhirnya terpilih untuk mengisahkannya | jadilah syair "Barzanji" seperti kita kenal sekarang 9. "Barzanji" ini ditulis untuk meningkatkan kecintaan ummat pada Nabi | yang diharapkan akan mencontoh perjuangan beliau saw 10. alhamdulillah semangat dan persatuan kaum Muslim diawali peringatan ini | lalu Al-Quds dapat dibebaskan pada 1187 M oleh Muslim 11. pada masa kini ada pro-kontra tentang "Maulid Nabi" ini | sebagian mengatakan bid'ah (penyimpangan) sebagian lagi membolehkannya 12. yang menganggapnya penyimpangan (bid'ah) | berdalil bahwa Muslim dilarang merayakan apapun yang tidak dirayakan Rasulullah 13. sedangkan yang membolehkan "Maulid Nabi" bersandar pada dalil | bahwa Imam Suyuthi dan Ibnu Hajar membolehkannya 14. lalu bagaimana mendudukkan kedua perkara pro-kontra Maulid Nabi ini? | kita coba sedikit mengupasnya. 15. dalam Islam, bid'ah itu sesuatu yang dilarang Rasulullah | pelakunya berada dalam kesesatan, dan kesesatan ada di neraka 16. sejauh yang saya pelajari (semoga Allah maafkan bila tersilap) | bid'ah adalah penyimpangan dalam hal ibadah, bukan selain ibadah 17. contoh bid'ah misalnya menambah shalat subuh dari 2 rakaat menjadi 3 rakaat | atau shalat isya dari 4 rakaat jadi 3 rakaat, ini bid'ah 18. namun bila penyesuaian tatacara (wasilah), maka dalam kajian saya ini bukan bagian bid'ah | misalnya peringatan "Maulid Nabi" 19. maka bid'ah ini hanya berkaitan dengan ibadah ritual (ibadah mahdhah) saja | sedangkan perantaranya (wasilah) tidak termasuk bid'ah 20. misalnya lagi, dahulu Al-Qur'an di masa Rasul dan sahabat ditulis di kulit atau tulang | masa kini di laptop dan HP, itu bukan bid'ah 21. dahulu di masa Rasulullah pendidikan dilakukan secara tatap muka | masa kini bisa dengan online maka sah, tidak bid'ah 22. maka peringatan "Maulid Nabi" bisa disamakan dengan membaca Sirah Nabi | hanya saja dilakukan secara berjama'ah 23. di peringatan Maulid Nabi kita diingatkan dengan kisah beliau dalam berjuang | semakin mencintai dan menyayangi beliau saw 24. maka peringatan "Maulid Nabi" adalah bagian dari Majlis Ta'lim, Majlis Ilmu | mendatanginya insyaAllah mendapat ilmu dan manfaat 25. apalagi "Barzanji"-nya diartikan dalam bahasa Indonesia, malah lebih bagus lagi | banyak yang tadinya nggak paham jadi paham kisah Nabi 26. jadi justru "Maulid Nabi" ini harus jadi momentum persatuan dan pengingat | bagaimana perjuangan Nabi untuk Islam dan kita 27. lalu bagaimana bila ada pendapat lain yang tetap menolak Maulid Nabi? | ya sudahlah, sama-sama saudara, selama berdalil, legowo aja 28. sesama Muslim itu harus saling menjaga, saling sayang | masak "Maulid Nabi" dijadikan alasan ribut dan rusuh saudara sendiri? 29. yang punya dalil ikut Maulid Nabi ya jalan | yang yakin Maulid Nabi itu bid'ah ya tinggalkan | sesama Muslim harus saling memahami 30. ingat-ingat bahwa memperingati "Maulid Nabi" bisa jadi berpahala, bisa jadi tidak | tapi rusuh sesama Muslim sudah jelas menyedihkan 31. jadi clear ya | yang penting woles dan adem sama saudara sendiri | jangan galak, jangan ngamuk | yang tau ilmu tentu baik perangainya

Senin, 26 Maret 2012

lubang lubang tanda kiamat








Subhanallah… Inilah salah satu dari tanda-tanda kiamat yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya ‘Isa ‘alaihis salam, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)

Dari Imran Bin Husain radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Pada ummat ini (terjadi) khasaf (bumi menenggelamkan apa yang di atasnya), masakh (perubahan bentuk ke bentuk yang lebih buruk dari bentuk sebelumnya), qadzaf (lemparan dengan panah, kerikil, dan perkataan dan segala sesuatu).” Maka seorang lelaki dari kalangan kaum muslimin bertanya : “Ya Rasulullah, kapan hal tersebut terjadi?” Beliau menjawab : “Apabila telah muncul alat-alat musik, telah banyak penyanyi, dan diminumnya minuman-minuman keras.” (HR. At-Tirmidzi dalam Al-Fitan, 2212) renungkan

Jumat, 23 Maret 2012

injil kono berbicara ttg kerasulan Muhammad SAW

Hal yang tentu saja mengejutkan banyak pihak, termasuk kubu Vatikan itu sendiri.Sebagaimana diberitakan oleh DailyMail, basijpress dan NationalTurk, bahwa Injil Barnabas asli tersebut ditemukan pada tahun 2000 lalu di Turki, namun ditutupi oleh pemerintah Turki selama lebih dari 12 tahun, dan baru sekarang di beberkan ke publik.Lembaran-lembaran kulit hewan itu ditulis dengan huruf Syriac dengan dialek bahasa Aram, bahasa yang sama seperti bahasa yang umum dipakai pada masa Yesus Isa Almasih. Pemerintah Turki menyakini bahwa kitab kulit hewan tersebut adalah Injil Barnabas orisinal.Hal yang menarik dari Kitab Injil Barnabas Asli asal Turki tersebut menyatakan bahwa YESUS TIDAK PERNAH DI SALIB, dan terdapatnya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar serta pengakuan tentang kehadiran Nabi Akhir Jaman, Muhammmad SAW. Pengakuan itu terdapat pada bab 41 dari Kitab Barnabas yang ditemukan di Turki tersebut. Berikut ini terjemahannya :”Allah telah menyembunyikan diriNya sebagai Malaikat Agung Michael berlari mereka (Adam dan Hawa) dari surga, (dan) ketika Adam berbalik, ia melihat bahwa di atas pintu gerbang ke surga tertulis “La Ela ELA Allah, Mohamad Rasul Allah”Kitab yang masih menjadi perdebatan tersebut disebutkan kini disimpan di Justice Palace, Ankara, Turki dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap dan keamanan maksimum. Pihak Iran lewat Basij Press menyatakan bahwa apa yang tertulis di kitab Barnabas asli tersebut adalah bukti tentang kebenaran Islam, yang walau begitu ditanggapi oleh sinis dari berbagai pihak. Bahkan pihak Kristen lewat berbagai jamaatnya menyatakan bahwa Kitab Barnabas tersebut diragukan keotentikannya. Namun walau begitu pihak Vatikan lebih arif dengan menyatakan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah Turki untuk membaca dan menganalisa keaslian kitab kontroversial itu. Para agamawan menyatakan bahwa jika Alkitab Barnabas tersebut terbukti asli, maka akan mengakibatkan rusaknya kredibilitas Gereja, dan akan menimbulkan revolusi agama Nasrani besar-besaran di seluruh Dunia.Tentu saja penemuan ini cukup menarik, sama menariknya dengan penemuan dan fakta sejarah bahwa Benua Amerika pertama kali di temukan oleh para pelaut tangguh Islam Benarkah Injil Barnabas Berbicara Tentang Kerasulan Muhammad SAW ... ??? - Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline, injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa. Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad:

Bab 39 Barnabas: ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.

Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ''...Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?''

Bab 41 Barnabas: "Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''

Bab 44 Barnabas: Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ''Oh, Muhammad Tuhan bersamamu...''

Bab 97: Yesus menjawab, "Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: 'Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak makhluk... Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..''

Bab 112: Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ''Tetapi Muhammad akan datang... Rasul Allah yang suci,'' kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Isi Injil Barnabas di atas dikutip dari barnabas.net.

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

"Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia. Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.

Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil kuno itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.

Kontroversi Injil Yunani Kuno



Perlahan - Lahan Kontroversi Injil Yunani Kuno Mulai Terpecahkan. Sebuah dokumen yang mengkonfirmasikan bahwa Codex Sinaiticus, sebuah naskah Injil Yunani kuno tulisan tangan, merupakan milik perpustakaan Inggris, ditemukan dalam arsip Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sebuah naskah Injil Yunani kuno dengan tulisan tangan telah ditemukan dalam arsip Kementerian Luar Negeri Rusia. (Foto: rt.com)


Kesepakatan tersebut ditandatangani pada tahun 1989 oleh uskup besar Biara Saint Catherine, di kaki gunung Sinai, dengan perwakilan dari kekaisaran Rusia (Uni Soviet).

Dalam dokumen tersebut, uskup besar Sinai, Kallistrat, yang bertindak atas nama biara, mengkonfirmasikan bahwa naskah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dari perpustakaan biara telah diserahkan secara resmi kepada kekaisaran Rusia. Pihak biara menerima bayaran 9.000 rubel atas penjualan naskah tersebut.

Pada tahun 1933, Stalin menjual Injil yang ditulis pada abad ke-4 Masehi dalam huruf uncial (huruf cetak besar yang khusus dipergunakan dalam penulisan naskah-naskah Yunani dan Latin) tersebut kepada perpustakaan Museum Inggris dengan harga £100.000.

Satu bulan berselang setelah berpindah tangan ke London, Biara Saint Catherine kemudian mengklaim sebagai satu-satunya pemilik sah naskah tersebut. Menurut klaim pihak biara, naskah tersebut diambil alih dari perpustakaan mereka melalui penipuan.

Hingga baru-baru ini, para biarawan berhenti mengklaim sebagai pemilik naskah kuno tersebut. Namun pihak biara masih terus "berduka atas kehilangan" naskah kitab tersebut.

Kini, ketika proses alih tangan Codex Sinaiticus dari biara kepada kekaisaran Rusia telah dapat dibuktikan keabsahannya, maka tidak diragukan lagi bahwa Perpustakaan Inggris menjadi pemilik dari Alkitab kuno tersebut.

Dokumen tersebut mengkonfirmasikan bahwa bukti pembelian Codex Sinaiticus oleh kekaisaran Rusia telah ditemukan kembali oleh seorang karyawan Perpustakaan Nasional Rusia kala tengah menelusuri cerita mengenai naskah tersebut dan mengakses arsip Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pada bulan Mei 1975, dalam sebuah upaya restorasi. Para biarawan Saint Catherine di Sinai menemukan sebuah ruangan di bawah kapel Saint George yang berisikan banyak pecahan perkamen. Diantara perkamen-perkamen tersebut, tiga halaman yang hilang dari Sinaiticus ditemukan.

Teks Sinaiticus (yang ditulis di empat kolom halaman tersebut) berisi sejumlah bacaan yang mengandung kesalahan penyalinan teks, kemungkinan disebabkan oleh kecerobohan dalam melakukan penghapusan. Dan dari sana, teks tersebut menjadi mirip dengan Codex Vaticanus. Penemuan Sinaiticus mengindikasikan bahwa sumber dari kedua Codex tersebut sama.

Dalam Codex Sinaiticus terdapat Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Perjanjian Baru terdiri dari empat buku, kisah, dan surat Katolik dan Pauline (termasuk dalam bahasa Ibrani), wahyu, Surat Barnabas, dan Gembala Hermas.

Total terdapat 346,5 halaman, dimana 199 diantaranya berasal dari Kitab Perjanjian Lama (termasuk kitab-kitab Apokrifa) dan 147,5 halaman merupakan bagian dari Kitab Perjanjian Baru (termasuk Surat Barnabas dan Gembala Hermas). Kata-kata yang ada ditulis secara berkelanjutan tanpa terpisah. Tidak ada jeda dan penekanan.

Namun, ada banyak bagian Kitab Perjanjian Baru yang hilang dalam codex tersebut. Codex tersebut kemungkinan dibuat oleh tiga orang penulis, yang umumnya disebut A, B, dan D. A menulis keseluruhan Kitab Perjanjian Baru, kecuali enam halaman, dan sebagian kecil dari satu halaman, yang tampaknya disalin oleh D. Tampaknya ada sembilan orang korektor, mulai dari abad keempat hingga abad ke-12, yang telah mengoreksi naskah tersebut.

Injil Matius 16:2 dihilangkan. Injil Markus hanya berakhir pada 16:8 (Markus 16:9-20 menyebutkan kebangkitan kenaikan Yesus), Lukas 22:43 disebut sebagai ayat palsu oleh korektor pertama. Namun hal itu dihapuskan oleh korektor ketiga. Yohanes 5:4 dan Pericope de adultera dihapuskan. Doksologi Roma disebutkan setelah 16:23, ayat 24 dihapuskan.

Menguak Kebenaran Injil Barnabas



Menguak Kebenaran Injil Barnabas - Semenjak abad ke 4M (masa kekaisaran Konstantin), Injil Barnabas tidak lagi diakui oleh kaum Nasrani karena kandungan Injil ini karena sebab sebab sebagai berikut :

Injil Barnabas selaras dengan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Muhammad SAW.
Injil Barnabas tidak Mengakui TRINITAS
Injil Barnabas tidak mengakui bahwa ISA / YESUS adalah ANAK TUHAN apalagi sebagai TUHAN
Injil Barnabas mengakui akan datangnya Nabi Sesudah Isa, Mesias Sesungguhnya yaitu Ahmad atau Muhammad
Injil Barnabas tidak mengakui bahwa Isa mati dengan disalib

Runtutan sejarahnya adalah sebagai berikut :
Pada awalnya, 12 murid Nabi Isa menulis semua ajaran yang disampaikan Nabi Isa. Risalah - risalah itu pada awalnya diakui, termasuk salah satunya adalah Injil Barnabas.

Namun pada tahun 325 M, kalangan gereja - termasuk gereja-gereja Alexandria - mulai goyah, setelah gereja Paulus ( Katholik ) melalui Konsili di NICEA menetapkan TRINITAS sebagai doktrin mutlak. Akibatnya 300 lebih manuskrip injil harus diseleksi, yang pada akhrnya tinggallah 4 "Injil Resmi" saja yang kemudian disebut dengan " Injil Kanonik ", sementara ratusan sisa injil lainnya dimusnahkan.

Kemudian pihak gereja, didukung pihak kerajaan mengeluarkan statemen : " Siapa pun yang memiliki -injil tdk resmi- dibunuh! ".

Statemen ini sebagai upaya pelenyapan Injil asli di masa Nabi Isa a.s.

Dan Akhrnya Kaum Nasrani hanya – disuruh - Mempercayai 4 Injil Kanonik yang ditulis oleh Lukas, Markus, Matius dan Yohanes saja.

Pada 366 M, Paus Damaskus kembali menegaskan untuk melarang membaca apalagi mempelajari manuskrip - manuskrip Apokrifa termasuk Injil Barnabas, tapi ia sendiri menyimpan salinan Injil Barnabas itu di perpustakaannya.

Keputusan pelarangan tersebut termaktub dalam KATALOG MANUSKRIP YUNANI diperpustakaan CHACELOR SEGUIER (1558-1672) yang dipersiapkan oleh B. De Manfaucon (1665-1741) dan di dalam sebuah deftar yang disebut STICHOMETRY NICEPHORUS.

Larangan - larangan ini berlanjut hingga sekarang ( Faktanya Tidak ada gereja yang mengajarkan isi INJIL BARNABAS dan tidak mengakui kebenaran INJIL BARNABAS tersebut )

Selanjutnya, Injil Barnabas disembunyikan di perpustakaan Vatikan dan kemudian Injil Barnabas mulai tersebar ketika Uskup St. FERRAMINO pada tahun 1585 meminjam manuskrip Injil Barnabas berbahasa Italia dari perpustkaan PAUS SIXTUS V. Setelah membaca dan mempelajari Injil Barnabas, FERRAMINO memeluk islam.

Kemudian manuskrip Injil Barnabas tadi jatuh ke tangan MUSTAPHA DE ARANDA ( MUSTHAFA AL ARANDI ) yang menterjemahknnya kedalam bahasa SPANY0L. Tak lama kemudian, injil tersebut ditemukan oleh Dr. Sale, seorang sarjana asal Inggris

Tahun 1709, John Toland, arkeolog dan sejarahwan Amsterdam Belanda, menerima Injil Barnabas berbahasa ITALIA dari J.E KRAEMER, penasehat kerajaan Prusia Jerman.
Tahun 1713, Kraemer menitipkan manuskrip Injil Barnabas tersebut di perpustakaan Pangeran EUGENE dari Savoy.

Beberapa tahun kemudian, manuskrip tersebut disimpan di perpustakaan kerajaan Wina THE EMPERIAL LIBRARY atas prakarsa pangeran EUGENE.

Pada tahun 1907, Injil Barnabas yang berbahasa Spanyol diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh LONSDALE RAGG dan istrinya LAURA RAGG, dengan judul THE GOSPEL OF BARNABAS terbitan OXFORD UNIVERSITY.

Tahun 1908, Dr. KHALIL SA'ADAH - arkeolog Arab, menterjemahkan buku THE GOSPEL OF BARNABAS ke dalam bahas Arab dengan judul " Injil Barnaba, Dirasat Haula Wihdatiddin'inda Musa wa Isa wa Muhammad'Alaihimussalam " ( Injil Barnaba, Sbuah Studi Mengenai Kesamaan Tauhid antara Musa, Isa dan Muhammad 'Alaihimussalam )

Sementara dilain tempat, pada tahun 1947 telah ditemukan 7 lembar manuskrip Injil Kuno yang ditemukan oleh 3 anak penggembala domba Badui yang bernama JUMA, KHALIL dan MUHAMMAD

Mereka bertiga menemukan manuskrip injil tersebut di dalam sebuah gua di LEMBAH QUMRAN, sebelah LAUT MATI.

Manuskrip tersebut berbentuk GULUNGAN PERKAMEN ( semacam kertas dari kulit ) yang dibungkus dengan kain kehijauan karena sudah tua dan ditaruh dalam guci.

Oleh ahli arkeology, manuskrip tersebut diberi nama - GULUNGAN LAUT MATI – dan diperkirakan manuskrip tersebut berasal dari tahun 900 M, umurnya 1.000 tahun lebih tua dari teks Injil Ibrani.

Hingga kini, pekerjaan menterjemahkan manuskrip Gulungan Laut Mati belum selesai.

Setelah melalui perjalanan panjang dan perpindahan tangan, Gulungan Laut Mati akhirnya terkumpul dan tersimpan di HEBREW UNIVERSITY dengan nama : SHRINE OF THE BOOK

Kamis, 22 Maret 2012

injil barnabas



REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL, Senin, 27 Pebruari 2012– Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline, injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.

Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.[]
________________

Injil yang Memprediksi Kedatangan Nabi Muhammad Ditemukan di Turki

Sebuah kitab Injil berusia 1.500 tahun yang lalu yang menyatakan bahwa Yesus menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad ke Bumi, telah menarik perhatian Vatikan pekan ini.

Paus Benediktus XVI dilaporkan telah diminta untuk melihat kitab tersebut, yang telah tersembunyi di Turki selama 12 tahun terakhir, menurut laporan Daily Mail.

Injil, yang dilaporkan bernilai $ 22 juta, dilaporkan berisi prediksi Yesus akan datangnya Nabi Muhammad, menteri pariwisata dan budaya Turki Ertugrul Gunay mengatakan kepada surat kabar Inggris.

“Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil yang ditemukan ini memperlakukan Yesus sebagai manusia dan bukan Tuhan. Injil ini menolak ide dari Tritunggal Kudus dan Penyaliban dan mengungkapkan bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad,” lapor Daily mail.

“Dalam satu versi Injil tersebut, Yesus mengatakan kepada para muridnya: “Bagaimana Mesias disebut? Muhammad adalah namanya yang diberkati.”

“Dan di tempat lain, Yesus menyangkal menjadi Mesias, mengklaim bahwa ia akan menjadi Ismail, istilah yang digunakan untuk orang Arab,” tambah surat kabar itu.

Menurut laporan tersebut, umat Islam mengklaim teks, yang banyak dikatakan adalah Injil Barnabas, adalah tambahan dari kitab-kitab Injil yang sudah ada yaitu Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.

St Barnabas secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus, seorang Kristen awal yang kemudian menjadi rasul.

Gunay mengatakan bahwa Vatikan telah secara resmi diminta untuk melihat injil tersebut, yang Turki temukan selama operasi anti-penyelundupan polisi pada tahun 2000.

Skeptisisme atas keaslian naskah tulisan tangan kuno ini mulai bermunculan.

Pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan versi Injil tersebut dikatakan berasal dari abad kelima atau keenam, sementara St Barnabas hidup pada abad pertama sebagai salah satu Rasul Yesus.

“Salinan di Ankara mungkin telah ditulis oleh salah satu pengikut St Barnabas,” katanya kepada surat kabar Today Zaman.

Tapi kecurigaan sebenarnya segera dapat diselesaikan dengan mudah.

Usia sebenarnya dari Injil bisa segera ditentukan oleh penelitian ilmiah, profesor teologi Turki Ömer Faruk Harman mengatakan kepada Daily Mail, untuk mengklarifikasi apakah itu ditulis oleh St Barnabas sendiri atau pengikutnya.

Selasa, 20 Maret 2012

Jihad



Jihad, sebagai bagian dari ajaran syariah Islam memang kerap kali mendapatkan serangan dan tuduhan dari musuh-musuh Islam. Seringkali jihad diidentikkan dengan aksi-aksi terorisme. Akibatnya, Islam digambarkan menjadi sebuah agama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman. Untuk itulah perlu dilakukan upaya pelurusan terhadap makna jihad. Ini dimaksudkan agar keagungan ajaran jihad tidak ternodai dan supaya umat Islam, termasuk para ulamanya tidak terjebak pada stigma-stigma negatif yang dilancarkan oleh musuh-musuhnya.

Jihad dalam Islam

Sebagaimana shalat, zakat, haji dan ibadah lainnya, jihad adalah bagian dari ajaran Islam. Jihad bahkan termasuk di antara kewajiban dalam Islam yang sangat agung, yang menjadi 'mercusuar' Islam.

Secara bahasa, jihad bermakna: mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhîth, kata ja-ha-da.) Secara bahasa, jihad juga bisa berarti: mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (An-Naysaburi, Tafsîr an-Naysâbûrî, XI/126).

Adapun dalam pengertian syar'i (syariat), para ahli fikih (fuqaha) mendefinisikan jihad sebagai upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain (untuk memenangkan pertempuran). Karena itu, perang dalam rangka meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut dengan jihad. (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, II/153. Lihat juga, Ibn Abidin, Hâsyiyah Ibn Abidin, III/336).

Sabtu, 09 Oktober 2010

Kisah Dajjal

(Riwayat ini didapati dari seorang di negeri Yaman. Dia dikenali dengan nama “HAIDAR BIN ANIF BILLAH ABDULLAH BIN SALEM BIN SYARI". Dia mempunyai banyak manuskrip mengerikan yang menurut katanya telah berusia ratusan tahun. Bahkan ada skripnya yang mempunyai asal-usul sejak 700 tahun sebelum Masehi. 0rang alim ini masih hidup dan berusia 110 tahun. Dia sendiri tidak mahu hidup di kota modern. Segenap hidupnya dihabiskan dikhemah-khemah di padang pasir sahara bersama-sama empat orang isterinya. Isteri-isterinya jauh Iebih muda dari dia, yaitu sekitar dua puluh hingga tiga puluh tahun. Dia masih kelihatan gagah. Ketika ditanya kepadanya tentang rahasia kegagahannya, dia menjawab bahwa dia tidak pernah meninggalkan sholat malam, tidak pernah meninggalkan sholat dan waktu yang ditentukan dan jarang memakan daging dan garam. Makanan yang paling banyak dimakannya ialah madu, kurma, susu dan air putih.)

Dalam buku lhdzaru Al-Maslkh ad¬Dajjal menyatakan Dajjal lahir dari hasil hubungan ketika ibunya sedang menstruasi, lalu terjadilah kehamilan sebagai pengaruh perbuatan Syaitan

IMAM AHMAD meriwayatkan dalam Musnad, yaitu sebagaimana sabda Rasulullah mengenai keluarga Dajjal. “Ayahnya tinggi, gemuk dan hidungnya seperti paruh burung. Sedangkan ibunya fardhakhiyyah, iaitu banyak daging dan berbadan gemuk. Kedua tangannya panjang dan kedua telenganya pun besar. Oleh kerana anaknya tidak disusui oleh ibunya susu, Ia bahkan dapat mengakibatkan keracunan yang berakhir dengan kematian. Jadi anak Ielaki itu sejak awal memang telah mendatangkan sial kepada ibunya. Paling anehnya, anak lelaki itu bertahun-lahun duduk diam dan hanya bergerak beberapa kali, sehinggakan orang tuanya menyangka dia lumpuh atau pun Tuhan mereka sudah murka.

Ada ahli falsafah dari Samirah pun membuat pengumuman. Anak itu memang betul-betul keturunan Samiri. Dua huruf ra dan ha’ (dua huruf terakhir dari kata Samirah) Dulu ia membawa makna satu negeri yaitu negeri Syam kerana Sam bin Nuh as., adalah pendiri gerakan Samirah setelah terjadinya banjir besar.

Cerita dimulai di Negeri Samirah adalah negeri kecil di Palestine yang nanti akan menjadi sebuah negara besar. Bahkan menjadi ibu kota kerajaan Bani lsrail warisan Nabi Sulaiman. Ini berdasarkan masa kelahiran Nabi Musa, kira-kira satu abad sebelumnya. Seorang lelaki dan seorang perempuan keturunan Yahudza, setelah 31 tahun perkawinan, lahirlah seorang anak yang paling membahayakan kedua orang tuanya, sebagaimana yang digambarkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. kedua matanya tidur tetapi hatinya tetap terjaga.’ Keluarga Dajjal, ayah, ibu dan abang-abangnya adalah penyembah berhala. Dulu, mereka menyembah sebuah berhala berbentuk seperti lembu betina. Sebenarnya berhala itu bukan sekadar patung lembu betina, ia adalah syaitan durjana yang menyerupai dirinya seperti patung lembu betina. itu. Mereka menyembelih binatang untuk dikorbankan kepada berhala. Yang sebenarnya dipersembahkan kepada syaitan, berserta minuman arak yang dihulurkan setiap hari. Disamping itu mereka juga suka melakukan penghambaan atau persembahan dan ketaatan. Setiap pagi mereka lihat sisa-sisa dan apa yang mereka korbankan di tempat itu. Sangka mereka, itu adalah sebagai tanda bahwa Tuhan mereka merestui apa yang mereka lakukan. Permintaan kedua-dua orang tua Dajjal ialah agar mereka diberi anak lelaki. Akhirnya Allah s.w.t. pun menjadikan kehamilan keatas seorang wanita yang yang dilahirkan dari perbuatan zina antara muhram dengan seorang suami yang juga dilahirkan dan hasil perzinaan antara muhram. Sementara itu syaitan pun turut ikut masuk ke saluran kencing lelaki penyembah berhala setiap kali dia menggauli isterinya. Jadi Syaitanpun turut mencampuri isteri penyembah berhala itu bersama-sama suaminya. Bertemulah sperma dan ovum dari unsur manusia dengan unsur syahwat yang penuh kedengkian dari jin, sebagaimana yang ditakdirkan oleh Allah. Pada malam yang sangat menakutkan, diiringi hembusan angin, ribut salju dan hujan lebat, pasangan suami isteri itu mendengar suara dari patung lembu betina liar yang memberitahu bahawa dia telah meredhai kedua-duanya. Bahkan, katanya dia memerintahkan malaikat untuk mengurniakan kepada mereka seorang anak. Tetapi jika kedua-¬duanya tidak memperbanyakkan ketaatan dan penyembahan berhala serta tidak banyak menumpahkan darah korban, maka dia akan menggantikan anak lelaki itu dengan anak perempuan. Apalagi, kedua-duanya pun sujud dan bersimpuh depan patung itu dengan penuh setia sambil menyatakan mereka mahukan sangat anak Ielaki. Patung syaitan itu menyuruh mereka menyembelih seekor lembu betina gemuk dan besar. Kemudian menyuruh diletakkan sembelihan itu di hadapan patung, dan selepas itu mereka berdua dilarang untuk masuk ke tempat itu sepanjang malam. Apa yang berlaku sebenarnya syaitan telah mempermainkan mereka berdua untuk melakukan apa saja menurut kehendak dan kemauan Syaitan. Syaitan dapat melihat apa yang tidak boleh dilihat oleh manusia biasa. Sebab jin boleh melihat apa yang ada dalam jasad manusia, sama seperti melihat manusia melihat filem X-Ray, sehinggakan dia dapat melihat kandungan perempuan itu sejak awal lagi. Namun begitu syaitan tidak tahu apa yang akan terjadi, Syaitlan tidak tahu apakah anak itu perempuan atau lelaki tetapi dia tahu betapa besar kemauan pasangan itu dengan kelahiran anak lelaki. Perempuan itu pun melahirkan anak lelaki tetapi anak yang baru lahir itu cacat kedua-dua belah matanya sejak lahir. Bayi itu suka tidur malam dan siang serta amat jarang bangun untuk menghisap air susu ibunya yang berbadan besar. Maka mereka pun menyajikan berbagai jenis sajian sebagai tanda taat tetapi anak lelaki itu tetap seperti itu juga, tidak ada sebarang perubahan. Selama empat tahun sebelumnya dia belum pernah berjalan. Padahal orang tuanya telah memberikan air susu kambing serta berusaha untuk menggerak-gerakkan kedudukan anaknya. Anaknya itu hanya minum seteguk dua sahaja, kemudian terus tidur. Melihatkan anaknya dalam keadaan seperti itu, orangnya tidak pernah merasa tenang. Hatinya sentiasa tertanya-tanya apakah anaknya masih hidup. Mereka sering melelakkan tangan atau melekapkan telinga pada dada anaknya itu. Di dapati anaknya masih hidup. Sebagaimana kala Rasulullah s.a.w.. “Kedua matanya tidur, tetapi hati tetap terjaga.” Pada satu malam tiba-tiba anaknya itu bergerak bangun, sementara orang tuanya sedang tidur. Dia cuba merangkak kemudian berdiri untuk berjalan dengan kedua kakinya. Kemudian dia berjalan perlahan-lahan tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya, seakan-akan ada roh lain yang menyusup ke dalam rohnya sambil memberitahu dan membantunya untuk berdiri dan berjalan. Sudah tentulah roh lain itu ialah Jin Syaitan (Jinni Mutasyaithan). Kedua-dua mata anak Ielaki itu cacat dan dia telah dirasuk oleh syaitan yang bersemayam dalam patung lembu. Syaitan itu memimpin kanak-kanak itu menghala ke patung lembu betina. Kemudian dia ditinggalkan tidur di sisi patung tersebut. Apabila ayahnya bangun dia terus mendapatkan anaknya yang tertidur dipangkuan tuhan-tuhan patung lembu betina itu. Ayahnya cuba mencari apakah makna peristlwa yang terjadi itu telapi tidak berjaya menafsirkannya. Lalu ayahnya itu tadi pun memanggil jiran-jiran tetapi jiran tidak mempercayai dengan peristwia itu, mereka menuduh ayahnya sendiri yang membawa anaknya itu dan meletakkannya dipangkuan tuhan-¬tuhan tersebut. Jiran-jiran itu tahu anaknya itu lumpuh dan hanya boleh duduk sahaja. Walaubagaimana pun berita mengenai hal itu tetap tersebar. Bagi setengah orang yang mempercayainya datang berduyun¬-duyun ke rumahnya untuk melihat dari dekat akan kejadian aneh yang terjadi kepada budak lelaki itu. Dalam masa yang sama ada yang cuba mencari berkat dari budak itu. Namun, hakim-¬hakim yang ada di kawasan itu berasa tidak senang hati untuk menerima kebenaran kejadian itu dengan begitu saja. LaIu mereka pun membawa ayah anak itu ke hadapan hakim besar di kota yang kemudian memaksa ayahnya memberitahu apakah sebenarnya yang terjadi. Ayah menceritakan perkara sebenar telapi hakim-hakim tidak mahu menerima kenyataannya, lalu ayahnya itu diperintah masuk penjara dan didera. Ketika di dalam penjara dia dipaksa membuat kenyataan bahawa tidak ada sesiapa yang harus dipatuhi kecuali hakim agung yang menguasai negeri tersebut. Setelah puas kena seksa maka dia pun terpaksa mengaku dan membuat pengumunan di hadapan hakim dan penduduk negeri bahawa tiada tuhan selain hakim dan bahawa tidak ada yang dapat memberi pertolongan atau mendatangkan bencana selain hakim. Dengan pengakuan yang dia buat itu maka dia pun dikeluarkan dari penjara tetapi anaknya itu terpaksa dijaga di dalam istana dengan penuh perhatian dan tidak dibenarkan keluar dari istana hakim. Berita tentang keajaiban anak lelaki itu semakin tersebar luas sehinggakan heboh dan peristiwa itu disebut sebagai A’jubah as Samirah yang bermakna (Keajaiban Samirah) Hakim amat marah dengan peristiwa itu, dia tidak mahu menerima kenyataannya. Menurut hakim lagi, anak lelaki yang ajaib itu sebenarnya telah dirasuk syaitan. Berita itu pun disebar luas ke seluruh pelusuk dunia. Hakim tidak berdiam diri, dia pergi mencari dukun untuk mengeluarkan syaitan dari badan budak itu. Hampir semua tempat ke pelusuk negeri dan benua dicarinya, dukun serta tukang sihir untuk mengeluarkan rasukan syaitan dari anak lelaki itu. Kerana menurut hakim syaitan itu akan menggoncangkan singgahsana atau ‘Arsy Tuhan. Apabila berita itu tersebar, suasana masyarakat pun menjadi kacau bilau dan kelam kabut.

Ketika Sam masih kecil, dia tidak banyak bergerak sehingga datang malaikat yang kemudian mengajarnya bagaimana cara menggerakkan kedua-dua kakinya. Anak itu adalah cucu dari Syam.” Telapi tidak ada seorang pun yang mahu percaya dengan kata-kata ahli falsafah itu. Sebaliknya dia pula dituduh orang gila. Hakim pula telah memberi arahan supaya kenyataan ahli falsafah itu tidak diperbualkan lagi oleh sesiapa pun. Barangsiapa yang cuba hendak bercakap tentang hal itu akan dihukum. Hakim pun membuat pengumunan anak itu diberi gelaran as-Samiri kerana berdasarkan negeri kelahirannya dan bukannya sebab-¬sebab lain. Ayah budak lelaki (Dajjal) itu pula kemudiannya mati kerana terlalu menderita, kematiannya itu dipanggil adz-dzabhah ash-shadriyyal al¬mutakarrarah yang bermakna (tekanan batin berlanjutan). Ayahnya mati kerana watak anaknya itu sangat ganjil. Anak ajaib itu pun ditinggalkan dalam penjagaan dan pemeliharaan hakim diistananya. Setahun kemudian, iaiitu kelika berumur lima tahun, anak itu pun mula berupaya bangun dan tidurnya, setelah bangun dia cuba berbual-bual dengan orang¬orang di sekeliling istana itu, tetapi perbualannya tengagap-gagap dan terputus-putus. Orang-orang istana pun cuba hendak mengubati penyakit buta di matanya tetapi doktor-doktor istana membuat kesimpulan bahawa penyakit atau cacat itu tidak akan dapat disembuhkan secara perubatan biasa kerana cacat itu nampaknya diciptakan oleh Yang Maha Kuasa. Sebulan kemudian, ketika penduduk negeri itu sedang nyenyak tidur, tiba-tiba datang peringatan dari Tuhan. Peringatan dari Tuhan itu datang kerana penduduk negeri itu melakukan zina dan homoseksual, sebagai orang-orang Sadum dan Amurah. Siksaan yang Tuhan turunkan itu secara tiba-tiba tanpa diduga sama sekali. Allah telah memerintahkan malaikat Jibril untuk memasukkan penduduk negeri itu ke dalam bumi, sama seperti yang dilakukan kepada penduduk Sadum dan Amurah. Yang terselamat tinggal hanyalah seorang anak kecil (Dajjal) yang berada di istana itu. Jibril telah ditugaskan membawa anak itu ke suatu pulau yang terletak di suatu lautan luas yang disebut Laut Yaman. Laut ini mempunyai peranan penting di masa akan datang. (Dari Laut Yaman inilah nanti terbentang jalan yang akan dilalui seorang saleh yang mempunyai peranan penting dalam memerangi Dajjal. Anak lelaki itu tinggal seorang diri di pulau itu. Dia sentiasa dijaga, diawasi serta diberi makan dan minum oleh malaikat itu tadi. Anak itu kembali seperti biasa, iaitu banyak tidur dan sedikit bergerak. Sementara itu Jibril kembali menghancurkan negeri yang penuh dengan kemaksiatan itu dan menebalikkan negeri itu sehinggakan bahagian atas negeri itu menjadi bawah. Maka selesailah seksaan Allah ke atas orang-orang kafir itu. Kemudian Jibril kembali membawa makanan untuk anak itu dari rezeki Allah dan demi menjalankan perintah Allah tanpa sebarang persoalan. Allah menyayangi anak itu dan berfirman kepada Jibril, ”Hai Jibril, anak itu adalah hambaKu. Tetapi di akhir zaman dia mengaku sebagai tuhan yang disembah di muka bumi. Aku akan mengutus orang yang akan menyiksanya dengan seksaan yang pedih dan akan membunuhnya pada suatu masa tertentu yang tidak akan diingkari oleh hambaKu. Orang tersebut adalah seorang nabi yang diutus pada suatu masa dan dia menjadi wali, tanpa wahyu pada menjelang akhir zaman. yang didiami oleh anak itu dikenali dengan nama jazirah ats¬tsu ‘ban ar-rahib we ad-dabbah al-¬halba yang bermakna pulau ular yang mengerikan dan haiwan berbulu tebal. Sebab menurut cerita tentang pulau itu, setiap orang yang hampir dan singgah di pulau itu pasti akan mati disengat oleh ular yang panjangnya beratus-ratus meter. Sementara haiwan berbulu tebal itu mempunyai lidah yang dapat bercakap-cakap dengan berbagai¬-bagai bahasa di muka bumi ini dan ia menguasai pulau itu. Ular itu adalah penjaganya dan buta matanya. Haiwan itulah yang mengarahkannya. Pulau itu sebenarnya kecil seperti sekumpulan batu yang membentuk satu petak bumi yang penuh dengan berbagai mata air yang segar airnya serta dikelilingi pohon2 rendang yang saling berjalin. Pulau itu juga dipenuhi dengan sumber-sumber yang berfaedah seperli berbagai-bagai jenis bunga, tumbuh-tumbuhan, pohon2 apel berwarna kuning berbentuk aneh seperti kepala jin yang nampak indah dan tersusun rapi bukan seperti kepala syaitan yang bodoh. lklim pulau itu memang selamanya sejuk dan selalu turun hujan. Pulau itu terletak di Lautan Hindia (sekarang sangat dicari-cari oleh Negara Amerika dan sekutunya) dengan negeri Yaman. Pulau yang didiami oleh anak ajaib itu nampak jauh dan terpisah dari pulau-pulau yang jumlahnya banyak. Bahkan dari jauh pulau itu nampak seperti sebuah bintang yang terlepas dari gugusan bintang lain, atau bagai sebuah bulan yang terlepas dari edarannya yang penuh dengan planet-planet lain. Ia menjadi sesuatu yang asing dan ganjil kenana ia telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Walaupun anak itu dikunjungi dan diawasi oleh Jibril siang dan malam, namun anak itu tidak tahu. Kerana sebagai manusia biasa dia tidak dapat melihat malaikat Jibril itu, kecualilah dengan perkenan Allah s.w.t. Disamping itu anak itu pula asyik tidur seperti penghuni gua. Pada satu hari ketika umur anak itu telah mencapai lapan tahun, kedua-dua matanya mula terbuka diiringi dengan kesedaran hatinya. Sesudah itu, dia tidak lagi banyak tidur. Dia hanya tidur sekejap sahaja. Pada mulanya, setiap kali terjaga dari tidur dia akan mendapatkan makanan dan minuman segar yang berada di sisinya, sehingga habis makanan dan minuman itu, dia kembali tidur semula. Diwaktu ini, dia sudah mampu berdiri, bergerak, dan berfikir. Malah dia mampu menangkap ikan dalam air dengan petunjuk bisikan suara yang terdengar dengan jelas di telinganya dan dia boleh faham maksud seruan itu dengan jelas. “Buatlah seperti begini supaya kami menjadi begini,” kala bisikan malaikat Jibril kepada anak itu. Anak kecil itu pun berjalan¬jalan mengelilingi sekilar pulau yang dia tinggal itu, dia rasa kagum dan terasing serta sentiasa berwaspada. Dia berjalan sambil bersembunyi dengan penuh hati-hati. Pulau itu dipenuhi dengan berbagai jenis burung dan binatang.Tidak ada satu binatang buas dan ganas di pulau itu selain dari beberapa ekor ular yang merayap dari Iautan yang menuju ke sana. Satu hari ketika sedang merayau-rayau itu dia dikejutkan oleh seekor binatang yang sangat besar, berbulu tebal dan mempunyai dua mata yang menonjol seperti mata lembu. Tiba-tiba binatang itu bercakap dengan bahasa yang dia boleh faham. Binatang itu berkata,” Engkau adalah seorang anak yang diselamatkan oleh Allah dari gempa bumi yang dahsyat ketika negeri Samirah dilanda malapetaka. Engkau dibawa oleh malaikat Jibril ke sini. Malaikat itulah yang menjaga makan dan minum engkau. Oleh itu janganlah engkau mengkhianati janji mu dengan Allah. Sebab pada hati setiap anak Adam telah tertanam ketaatan kepada Allah dan beriman kepada Nya selama mereka masih berada dalam fitrah kesuciannya. Kerananya engkau menjadi Muslim dan Mukim yang yakin dan taat kepada Tuhan Pencipta alam ini. Dialah Tuhan yang Maha Esa.” Kemudian binatang besar itu pun memberi isyarat kepadanya supaya mengikutnya ke arah sebuah batu. Di batu itu tertera tulisan dalam bahasa Arab. Binatang itu mengajarnya huruf demi huruf dan dia pun mengikutnya. Kemudian binatang itu pun memberi isyarat kepadanya untuk mengikutnya kepada berbagai permukaan batu lagi. Di batu-batu itu tertulis kata-kata: Batu pertama: La ilaha illallah (Tiada luhan selain Allah) Batu kedua: “Allahu Wahid La Syarika lahu (Allah Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya) Batu ketiga: “Engkau dijaga dan diurus oleh Jibril. OIeh itu janganlah kamu mengkhianati janjimu dengan Allah.” Batu keempat: “Hanya engkau saja di pulau ini.” Batu kelima: “Makanlah den nikmatilah makanan dari rezeki Allah ini yang sesuai dengan keperluan dan kehendakmu. Tidurlah sesukamu. Sembahlah Allah dalam berbagai keadaanmu dengan tasbih-tasbih keesaan kepada Nya, yakni solat yang diwajibkan kepadamu. Allahlah raja, Allahlah Maha Esa. Dia tidak berayah dan tidak pula mempunyai anak. Allah lah Tuhan yang Maha Besar. Allah lah yang Maha Agung. Dan Allah lah yang Maha Rja.” Batu Keenam: “Jadilah engkau anak masa kini, wahai anak kecil. Janganlah engkau menjadi anak masa lalu di pulau ini pada zaman apa pun.” Batu Ketujuh: “Tidak ada kitab bagimu kecuali apa yang dibawa kepadamu oleh seorang Nabi terakhir, Nabi Muhammad s.a.w. yang datang menjelang akhir zaman. Jika engkau beriman kepadanya maka engkau adalah manusia masa depan yang beriman dan mempunyai keyakinan kepada Allah. Tetapi jika engkau engkar kepadaNya maka engkau adalah manusia depan yang dijanjikan akan mendapat seksaan Allah. Sesungguhnya engkau berada di antara dua nabi yang berserah diri kepada Allah dan sebenarnya semua nabi berserah kepada Allah. Jika engkau beriman dan yakin kepada apa yang kami imani dan yakini, maka Allah akan memudahkan kamu untuk mengimani penutup para nabi yang terdahulu dan pengganti nabi yang telah wafat. Dia bernama Muhammad Al Amin. Dia akan lahir sebagai Nabi dan Rasul di tengeh-tengah kaum yang buta huruf. Dia berhijrah ke tempat yang banyak ditumbuhi pokok kurma dan yang banyak mata air dan perigi dengan tanah yang subur. Jika engkau mendustakan nabi yang mendahului Muhammad maka Allah akan menutup hatimu dengan tabir kain yang hitam. Hatimu menjadi hitam terkena sedikit warna putih dan condong kepada keburukan bagaikan kendi yang penuh dengan lumpur di atas cermin terang. Akibatnya, hatimu tidak dapat melihat cahaya dan akalmu hanya melihat dirimu sendiri saja seperti lblis. Semoga Iaknat Allah ditimpakan atasnya, yang mendiami Segitiga Bermuda yang lama itu dan engkau pun menjadi teman karibnya. Betapa buruk seseorang yang ditemani makhluk terkutuk dan dijauhkan dari rahmat Allah s.w.t. yang dibiarkan saja sampai suatu masa di suatu negeri, iaitu di suatu lautan yang penuh hembusan angin kelak ketika Allah tidak lagi menyayangi orang¬-orang yang terusir dari rahmat Nya. Jadilah engkau, wahai anak istimewa yang dijagai dan dibimbing malaikat agung sebagai Mukmin yang mempercayai kewujudan Allah dan malaikatNya, serta RasulNya. Jika tidak, engkau berada di dalam bahaya dan dimasukkan kedalam penjara seribu tahun lamanya. Yang memperingatkan mu dan menggembirakanmu di dalam penjara adalah seorang Arab Mekah yang mendustakan Nabi yang jujur itu. Tempat hijrahnya adalah tanah¬tanah subur yang banyak ditumbuhi pokok kurma. Engkau akan berjasa pada hari ketika tiba musimnya memetik kurma di negeri tempat diisra’ dan dimi’rajkan Nabi dari bangsa Arab itu. Ada banyak air melimpah yang mengalir dan meresap ke dalam tanah di dataran tinggi dan di tanah Thabaniyyah. Haram atas dirimu memasuki kota Mekah yang dimuliakan Allah, Tuhan semesta alam. Engkau tidak boleh memasuki tanah mana pun yang subur kecuali tanah Uhud. Uhud adalah gunung yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Engkau juga tidak boleh masuk negeri Quds tempat isra’ dan mi’raj, Nabi yang paling akhir. Ini adalah ilmu Allah untukmu yang ditulis oleh Jibril, pembawa wahyu (amin al wahi) dan dia meninggalkan tulisan ini untukmu, disamping batu beser berupa cincin dari Jibril utusan Allah Tuhan semesta alam!’ Anak itu kemudian melihat di tepi batu besar ketujuh yang paling besar di antara batu-batu besar lainnya yang menjadi batu tulis. Di situ, dia terjumpa sepotong batu yang indah warnanya. Tanah berwarna seperti dakwah emas berkilat yang digunakan Jibril untuk menulis. Pada potongan batu itu tendapat peringatan Allah s.w.t. yang berbunyi. “Dan tidaklah Kami menyeksa sehingga Kami mengutus seorang rasul (Al Isra 17:15) lni adalah sebuah tanda dan isyarat bahawa tanah tersebut bukan berasal dari pulau itu bahkan tanah itu bukan dari bumi manapun. Hanya Allah saja yang lebih mengetahui. Dakwat itu berbaki kira-kira sebanyak sebelah tapak tangan anak itu. Meskipun begitu ukurannya tidak sama walau dengan tiga tapak tangan lelaki biasa kita. Haiwan besar itu mula menerangkan makna tulisan itu dan diberitahu juga bahawa anak itu diberi kebebasan untuk memiIih haluan masa depannya. Apakah di masa akan datang dia mahu menjadi orang baik atau orang jahat. Jika dia menjadi orang baik, maka dia akan menjadi seorang lelaki biasa dan raja yang beruntung. Tetapi jika dia memilih menjadi orang jahat, maka dia akan menjadi seorang yang mengaku AKU SEBAGAI TUHAN yang berkuasa dengan kerajaan atau kekuasaan atas alam jin kafir dan syaitan dan mereka adalah makhluk ciptaan Allah. Dia akan menjadi raja yang menguasai alam manusia, sedang engkau termasuk salah salu di antara mereka.Dia akan memerintah tetapi hanya menjadi raja dalam waktu yang singkat sahaja. Apa akan terjadi kesudahannya hanya Allah saja yang tahu sebab segala sesuatu itu ditentukan olehnya. Dan tidak ada yang mengetahui kesudahan segala sesuatu kecuali Allah s.w.t. Seterusnya anak itu bertanya kepada binatang besar itu. “Kalau begitu siapakah engkau sebenarnya? Apakah motif yang mendorongmu datang ke sini? Dan siapakah yang mengajarmu bercakap dan menjelaskan sehingga engkau mampu bercakap seperti manusia?” Binatang itu menjawab.”Aku memang seekor binatang yang diciptakan dan diperintahkan untuk berbuat demikian dan sentiasa berada di sini bersamamu. Jibril, malaikat itu akan membawamu dari hutan di penghujung dunia nanti. Hanya engkau saja satu-satunya orang hidup dari suatu keturunan subur yang telah hancur. Aku juga bertugas menjaga dan memeliharamu ketika Jibril tidak ada. Aku diperintahkan untuk tinggal di pulau ini bersamamu sehingga engkau menentukan pilihan hidupmu. Ajalku di sini bersama dengan keluarnya engkau menuju pilihanmu.” Binatang itu memberitahu bahawa ia diperintah untuk bercakap memberitahunya. Kemudian setelah itu Ia akan diam membisu dan hanya mengeluarkan suara binatang sebagaimana lazimnya. Dia tidak akan bencakap untuk kali kedua kecuali jika masa keluarnya anak itu dari pulau tersebut sewaktu akhir zaman hampir dekat. Mungkin pada masa di antara itu, hanya terpulang kepada Allah untuk menentukannya. Mungkin aku mampu bercakap denganmu lagi.Sesuatu yang ghaib tidak dapat diketahui oleh semua makhlukh. Ketahuilah bahawa apa yang dikatakan sekarang ini adalah wasiat-¬wasiat dari malaikat Jibril itu. Selepas itu lidah binatang itu pun terdiam dan kembali seperti binatang semula. Ia bernama Jassasah yang berarti terus menerus memerhati untuk mencari maklumat dan memberitahukannya kepada anak itu.

Mau percaya atau tdknya kesah ini,…. !!!! sepintas photo2 dipulau djajal :